Minggu, 29 Desember 2019

DIMANA DARATAN DAN LAUTAN DULU TERBAGI DUA

SEJARAH PENCIPTAAN BUMI DAN LANGIT

DIMANA DARATAN DAN LAUTAN DULU TERBAGI DUA

salam sejahtera untuk kita semua,
saat ini kita ingin membahas bagaimana awal mula pembentukan bumi kita ini, yang kita kembangkan dari beberapa ayat - ayat suci Al Quran yang telah terbukti kebenarannya, dan di beritakan langsung oleh nabi muhammad SAW.
Al Quran sendiri adalah KALIMATULLAH yang merupakan QALAMMULLAH

kita mulai dari :

Allah tegaskan dalam al-Quran,
مَا أَشْهَدْتُهُمْ خَلْقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلا خَلْقَ أَنْفُسِهِمْ
Aku tidak menghadirkan mereka untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri (QS. al-Kahfi: 51)


di sini dapat kita artikan bahwa di saat penciptaan langit dan bumi adalah hanya merupakan kekuasaan Allah dan hanya Allah yang mengetahuinya, dan tiada seorangpun yang menyaksikan.



وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَمَا مَسَّنَا مِنْ لُغُوبٍ
Sungguh Aku telah menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada diantara keduanya dalam 6 hari, dan Aku tidak merasa capek. (QS. Qaf: 38).
Keterangan lainnya Allah sebutkan di surat Yunus (ayat 3), Hud (ayat 7), al-Furqan (ayat 59), as-Sajdah (ayat 4), dan al-Hadid (ayat 4).
Disamping penjelasan global, Allah juga memberikan penjelasan lebih rincin, di surat Fushilat (ayat 9 sampai 12), Dia berfirman,
قُلْ أَإِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ بِالَّذِي خَلَقَ الْأَرْضَ فِي يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُونَ لَهُ أَنْدَاداً ذَلِكَ رَبُّ الْعَالَمِينَ*
Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua hari dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam”. (9)
وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاءً لِلسَّائِلِينَ*
Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan penghuninya dalam empat hari. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. (10)
ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ائْتِيَا طَوْعاً أَوْ كَرْهاً قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِين*
Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati” (11)
فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَى فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظاً ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ
Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua hari. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (12).

Makna Kata “Hari”

Selanjutnya, kita akan memahami makna kata ‘hari’ yang disebutkan dalam berbagai ayat di atas.
Ar-Raghib al-Asfahani mengatakan,
اليوم -في لغة العرب- يعبر به عن وقت طلوع الشمس إلى غروبها، وقد يعبر به عن مدة من الزمان أي مدة كانت
Kata ‘hari’ – dalam bahasa arab –, bisa digunakan untuk menyebut rentang waktu antara terbit matahari hingga terbenamnya. Bisa juga untuk menyebut rentang waktu tertentu. (al-Mufradat, hlm. 553).
Karena itulah, ulama berbeda pendapat dalam memahami kata ‘hari’ terkait proses penciptaan alam semesta.
Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wa anNihayah menyebutkan perbedaan pendapat ulama tentang makna ‘hari’ dalam ayat di atas. Beliau menyatakan ada dua pendapat ulama tentang makna kata ‘hari’ terkait penciptaan langit dan bumi,
Pendapat Pertama, maknanya sebagaimana makna hari yang dikenal manusia, dimulai sejak terbit matahari hingga terbenamnya matahari. Ini merupakan pendapat jumhur (mayoritas) ulama.
Pendapat Kedua, bahwa satu hari dalam proses penciptaan alam semesta itu seperti 1000 tahun dalam perhitungan manusia. Ini merupakan pendapat yang diriwayatkan dari Ibn Abbas, Mujahid, ad-Dhahak, Ka’b al-Ahbar, dan pendapat yang dipilih oleh Imam Ahmad sebagaimana keteragan beliau dalam ar-Rad ‘ala al-Jahmiyah. Pendapat ini pula yang dinilai kuat oleh Ibnu Jarir at-Thabari. (al-Bidayah wa an-Nihayah, 1/15).
Diantara ulama yang berpendapat bahwa satu hari sama dengan seribu tahun adalah al-Qurthubi. Beliau mengatakan dalam tafsirnya,
في ستة أيام” أي من أيام الآخرة أي كل يوم ألف سنة لتفخيم خلق السماوات والأرض….
Dalam waktu 6 hari, maksudnya adalah hari di akhirat, bahwa satu hari sama dengan 1000 tahun, karena besarnya penciptaan langit dan bumi. (Tafsir al-Qurthubi, 7/219)

Bumi atau Langit Dulu?

Ada dua hal yang perlu dibedakan terkait proses penciptaan langit dan bumi, pertama, mengawali penciptaan (Ibtida al-Khalqi) dan kedua, penyempurnaan penciptaan (Taswiyah al-Khlqi).
Di surat Fushilat ayat 9 hingga 12 di atas, Allah menyebutkan bahwa Dia menciptakan bumi terlebih dahulu sebelum langit. Sehingga, secara Ibtida al-Khalqi, bumi lebih awal dibandingkan langit. Namun penyempurnaan bumi (Taswiyah al-Khlqi), baru dilakukan setelah Allah menciptakan langit.
Ketika menafsirkan surat Fushilat di atas, Ibnu Katsir mengatakan,
فذكر أنه خلق الأرض أولا لأنها كالأساس، والأصل أن يُبْدَأَ بالأساس، ثم بعده بالسقف، كما قال: هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَوَاتٍ
Allah menyebutkan bahwa Dia menciptakan bumi terlebih dahulu, karena bumi ibarat pondasi. Dan pertama kali, harusnya dimulai dengan pondasi. Kemudian setelahnya adalah atap. Sebagaimana yang Allah firmankan,
هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَوَاتٍ
Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kalian, kemudian Dia berkehendak (beristiwa) menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit (al-Baqarah: 29
Ibnu Katsir melajutkan dengen menjelaskan firman Allah di surat an-Nazi’at,
أَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ بَنَاهَا رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَاهَا وَالأرْضَ بَعْدَ ذَلِكَ دَحَاهَا أَخْرَجَ مِنْهَا مَاءَهَا وَمَرْعَاهَا وَالْجِبَالَ أَرْسَاهَا مَتَاعًا لَكُمْ وَلأنْعَامِكُمْ
Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya, ( ) Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya, ( ) dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. ( ) Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. (30) Dia memancarkan dari bumi mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. ( ) Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh, ( ) (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu. (QS. an-Nazi’at: 27 – 33)
ففي هذه الآية أن دَحْى الأرض كان بعد خلق السماء ، فالدَّحْيُ هو مفسر بقوله: { أَخْرَجَ مِنْهَا مَاءَهَا وَمَرْعَاهَا } ، وكان هذا بعد خلق السماء، فأما خلق الأرض فقبل خلق السماء بالنص
Dalam ayat ini disebutkn bahwa Dahyu al-Ardi (penyempurnaan bumi) dilakukan setelah menciptakan langit. Bentuk ad-Dahyu, ditafsirkan pada ayat, “Dia memancarkan dari bumi mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.” Dan ini dilakukan setelah penciptaan langit. Adapun penciptaan bumi, ini dilakukan sebelum penciptaan langit berdasarkan nash (dalil tegas). (Tafsir Ibnu Katsir, 7/165).
Selanjutnya, Ibnu Katsir menyebutkan keterangan dari Ibnu Abbas yang diriwayat Bukhari dalam Shahihnya.
Dari Said bin Jubair bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Ibnu Abbas beberapa ayat yang menurutnya bertentangan, diantaranya firman Allah tentang penciptaan langit dan bumi.
Orang ini menanyakan,
Di surat an-Nazi’at (ayat 27 – 30), Allah menyebutkan bahwa Dia menciptakan langit sebelum menciptakan bumi. Sementara di surat Fushilat (ayat 9 – 12) Allah menyebutkan bahwa Dia menciptakan bumi sebelum menciptakan langit.
Jawab Ibnu Abbas,
خلق الأرض في يومين، ثم خلق السماء، ثم استوى إلى السماء، فسواهن في يومين آخرين، ثم دَحَى الأرض، ودَحْيُها: أن أخرج منها الماء والمرعى، وخلق الجبال والجماد والآكام وما بينهما في يومين آخرين، فذلك قوله: {دَحَاهَا} وقوله { خَلَقَ الأرْضَ فِي يَوْمَيْنِ } فَخُلِقت الأرض وما فيها من شيء في أربعة أيام، وخلقت السماوات في يومين
Allah menciptakan bumi dalam 2 hari, kemudian Dia menciptakan langit. Kemudian dia beristiwa ke atas langit, lalu Allah sempurnakan langit dalam 2 hari yang lain. Kemudian Allah daha al-Ardha (menyempurnakan bumi). Bentuk penyempurnaan bumi adalah dengan Dia keluarkan dari bumi mata air, tumbuh-tumbuhan, Allah ciptakan gunung, benda mati, dataran tinggi, dan segala yang ada di antara langit dan bumi, dalam 2 hari. Itulah makna firman Allah, “Bumi dihamparkannya.” Sementara firman Allah, “Dia menciptakan bumi dalam 2 hari.” Diciptakanlah bumi dan segala isinya dalam 4 hari dan diciptakan semua langit dalam 2 hari. (HR. Bukhari secara Muallaq sampai al-Minhal, 16/85).
Kesimpulan dari keterangan Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma,
Allah menciptakan bumi 2 hari belum sempurna dan belum ada isinya. Kemudian menciptakan semua langit dalam 2 hari, dan terakhir Allah mengisi bumi dengan tumbuhan, gunung, benda-benda dalam 2 hari.
Allahu a’lam.
PENJELASAN TENTANG BATAS LAUT YANG KASAT MATA

dalam Surah An-Naml ayat 61, Surah Ar-Rahman ayat 20 dan Surah Al-Fuqran ayat 53.
Bukankah Dia (Allah) yang telah menjadikan Bumi sebagai tempat berdiam, yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengokohkan)nya dan yang menjdikan suatu pemisah antara laut? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Sebenarnya kebanyakan mereka tidak mengetahui.” bunyi Surah An-Naml ayat 61.
Air tawar dan air laut asin dapat bertemu di beberapa tempat, di mana kedua jenis air tersebut tidak saling bercampur dan memiliki batas yang jelas.
Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing,” ungkap Surah Ar-Rahman ayat 20.
Ketika pasang, air laut yang masuk ke sungai akan berada di bagian dasar sungai, sedangkan bagian atas dari air sungai tetap merupakan air tawar. Kondisi tersebut terjadi karena berat jenis air laut lebih besar daripada berat jenis air sungai.
Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus,” bunyi Surah Al-Furqan ayat 53.

Pembentukan jagat raya termasuk di dalamnya samudra melalui tingkatan atau tahapan yang rumit. Dengan mengamati balik jejak-jejak masa lalu, manusia dapat merekonstruksi kembali pembentukan samudra.
Pada awal pembentukan Bumi, permukaannya memiliki rupa yang relatif sederhana dibandingkan dengan apa yang saat ini manusia bisa melihatnya. Permukaan Bumi hanya terbagi dua, yaitu daratan dan lautan.
Daratan di permukaan Bumi merupakan sebuah benua yang sangat besar (superkontinen) yang dinamakan Pangea. Pangea berbentuk bulan sabit, menghadap ke timur, dengan bagian terluas terletak di sepanjang khatulistiwa berupa rangkaian pegunungan yang membentang pada arah barat-timur.

Bagian yang terendam lautan meliputi bagian yang lebih luas, kira-kira dua kali luas daratan. Keseluruhan lautan ini secara umum diberi nama Panthalassa, kecuali pada bagian teluk di sebelah timur Pangea yang diberi nama khusus Tethys atau Paleotethys untuk membedakannya dari laut tethys yang terbentuk pada zaman-zaman berikutnya.
Keadaan ini berlangsung hingga zaman Trias, sekira 250 juta tahun yang lalu. Sebuah laut baru terbentuk di bagian tengah Pangea berupa celah yang memotong superkontinen dengan arah barat-timur, dan juga dinamakan Tethys.
Proses ini kemudian disusul dengan terpecahnya Pangea menjadi beberapa lempeng yang masing-masing bergerak ke arah yang berlainan dengan kecepatan yang berbeda pula.
Masa penyebaran masing-masing lempeng ini dibarengi dengan masa terbentuk dan hilangnya laut-laut baru yang terletak di antara lempeng-lempeng benua.
Samudra yang terbentuk setelah terpecahnya Pangea dan terdapat sampai sekarang antara lain adalah Samudra Atlantik dan Samudra Hindia. Bagian laut yang kemudian menghilang adalah Tethys, yang kini meninggalkan jejak keberadaannya berupa rangkaian laut dan danau-danau raksasa yang membentang dari Laut Tengah ke arah Laut Hitam, Laut Kaspia dan Laut Aral.

Demikian pula daerah-daerah yang sekarang dikenal sebagai Pakistan dan India. Samudra Hindia dan Indonesia menempati daerah yang dahulunya merupakan wilayah Laut Tethys, sedang Samudra Pasifik adalah bagian yang tetap berupa lautan semenjak Panthalassa.

Senin, 08 Agustus 2016

BAGAIMANA PLATO MENGHUBUNGKAN CERITA ATLANTIS DENGAN ATHENA

BAGAIMANA PLATO MENGHUBUNGKAN CERITA ATLANTIS DENGAN ATHENA

Penelitian oleh Dhani Irwanto, 26 Mei 2016
Plato diduga telah mewujudkan Athena sebagai bagian dalam cerita Atlantis untuk menunjukkan tindakan mereka yang terbesar dan paling mulia. Dugaan ini diperkuat dengan ungkapan-ungkapan yang terdapat didalam Timaios dan Kritias seperti ditunjukkan dibawah ini.
Dari Timaios bagian 24e: “... negara anda mendapat ancaman dari sebuah negara yang sangat berkuasa, yang berada di titik yang jauh di Samudera Atlantik.
Dari Kritias bagian 108e: “... perang yang dikatakan telah terjadi antara mereka yang tinggal di luar Tugu Herakles dan semua yang tinggal di dalamnya ...”
Dari Timaios bagian 25a: “... untuk laut yang didalam Selat Herakles ini hanya sebuah pelabuhan, memiliki pintu masuk yang sempit, tapi di sisi lain adalah laut yang nyata, dan daratan di sekelilingnya mungkin dapat disebut sebagai benua tanpa batas.
Kedudukan Atlantis dan Athena secara geografis dijelaskan sebagai berikut.
  1. Negara Atlantis terletak di titik yang jauh di Samudera Atlantik. Seperti telah dibahas sebelumnya, pemahaman masyarakat Yunani saat itu tentang Samudera Atlantik adalah suatu samudera yang mengelilingi bumi, yang sekarang dibagi menjadi samudera-samudera Atlantik, Hindia dan Pasifik.  
  2. Atlantis dan Athena dibatasi oleh Tugu-tugu Herakles yang diantaranya terdapat di sebuah selat yang disebut Selat Herakles.
  3. Kota Atlantis berada didalam Selat Herakles, dimana terdapat sebuah pelabuhan dengan pintu masuk yang sempit dan berada di sisi laut yang di sekitarnya adalah benua tanpa batas. Hal ini berarti bahwa Athena adalah terdapat diluar selat dan laut tersebut.
Gambaran-gambaran geografi ini tidak dapat diterapkan untuk keberadaan Atlantis di sekitar Mediterania karena kenyataannya kota Athena di Yunani adalah berada di sisi Laut Mediterania dan didalam Selat Sisilia maupun Selat Gibraltar. Meletakkan Atlantis di seberang salah satu selat tersebut tidak sesuai dengan pernyataan Plato bahwa kota Atlantis terdapat didalam sebuah selat dan di sisi sebuah laut yang disekitarnya terdapat benua tanpa batas. Pernyataan bahwa negara Atlantis terletak di titik yang jauh di Samudera Atlantik dengan sendirinya meletakkan kota Athena di tempat yang jauh juga karena didalam kisahnya kedua wilayah tersebut adalah berdekatan, sehingga bukan di sekitar Mediterania.
Dugaan bahwa Plato telah mewujudkan Athena sebagai bagian cerita diperkuat lagi dengan ungkapan-ungkapan sebagai berikut.
Dari Timaios bagian 23e: “Dia mendirikan kota anda [Athena] seribu tahun sebelum kami [Mesir] ...”
Dari Critias bagian 111b dan 111c: “... tetapi daratannya [dimana Athena berada] telah turun semuanya dan tenggelam dari pandangan ... yang tersisa hanyalah tulang dari tubuh yang terbuang, bila diandaikan demikian, seperti dalam hal pulau-pulau kecil, semua bagian tanah yang lebih subur dan lebih lunak telah tenggelam, dan hanya tinggal kerangka daratannya saja.
Dari Critias bagian 111d: “... tidak seperti sekarang dimana airnya hilang karena hanya mengalir pada tanah kosong dan dibuang ke laut ...”
Dikatakan bahwa Athena yang dahulunya memiliki daratan yang luas dan subur, pada masa Solon telah tenggelam hampir semuanya dan yang tersisa hanyalah sebagian kecil yang berbatu-batu, diandaikan seperti tinggal tulang-tulangnya saja. Yang dimaksud daratan yang tenggelam adalah dikarenakan kenaikan permukaan laut pada masa Glasial Terakhir, sehingga seolah-olah daratannya yang turun. Tinggal sedikit pepohonan yang tumbuh di sisa-sisa daratan tersebut dan hampir seluruhnya berupa tanah kosong sehingga air hujan hanya mengalir diatasnya saja kemudian hilang ke laut. Pernyataan-pernyataan ini tidak menggambarkan kondisi Athena pada masa Solon maupun saat ini yang tidak jauh berbeda.
Pernyataan bahwa kota Athena telah didirikan seribu tahun sebelum Mesir juga tidak sesuai. Bukti-bukti arkeologis yang ada menunjukkan bahwa peradaban Mesir adalah lebih tua daripada Yunani. Selain itu, kota Athena tidak terbukti ada pada 9.000 tahun sebelum Solon namun baru sekitar 3.400 tahun lalu.
Pernyataan-pernyataan Plato tersebut menunjukkan bahwa ia telah memasukkan Athena kedalam kisah Atlantis. Hal yang sama ia lakukan juga untuk Mesir, Libya dan Tirenia. Hal ini diduga untuk mendukung ideologi sebuah negara yang ideal seperti dalam Politeia, terkait dengan tindakan Athena purba yang terbesar dan paling mulia dalam mengalahkan negara Atlantis yang agresif. Kisah Atlantis yang diceritakan oleh pendeta Mesir mungkin pernah benar-benar ada. Namun, Athena, begitu pula Mesir, Libya dan Tirenia, mungkin sebenarnya adalah suku primordial yang merupakan nenek moyang mereka sebelum kenaikan permukaan laut dan bencana lainnya, yang kemudian mengungsi dan bermukim kembali di daratan yang sekarang.

PENJELASAN TENTANG ATLANTIS

URUTAN WAKTU KEJADIAN YANG MENJELASKAN TENTANG ATLANTIS

Penelitian oleh Dhani Irwanto, 25 Mei 2016
Dalam Timaios bagian 23e dan 24a: “Ia mendirikan kota anda [Athena] seribu tahun sebelum kami [Mesir], mendapatkan dari Bumi dan Hephaistos benih ras anda, dan setelah itu ia mendirikan kami, yang konstitusinya tercatat dalam register suci kami yang telah berusia delapan ribu tahun. Mengenai cerita warga anda pada sembilan ribu tahun yang lalu, saya secara singkat akan memberitahu anda tentang hukum dan tindakan mereka yang paling terkenal ...”
Dalam Kritias bagian 108e: “... sembilan ribu adalah jumlah tahun yang telah berlalu sejak perang yang dikatakan telah terjadi antara mereka yang tinggal di luar Tugu Herakles dan semua yang tinggal di dalamnya ...”
Dalam Kritias bagian 111b dan 111c: “Banyak banjir besar telah terjadi selama sembilan ribu tahun, yaitu jumlah tahun yang telah berlalu sejak waktu saya berbicara ini; dan selama ini dan melalui begitu banyak perubahan, tidak pernah ada akumulasi tanah yang banyak yang turun dari pegunungan, seperti halnya di tempat-tempat lain, tetapi daratannya telah turun semuanya dan tenggelam dari pandangan ...”
Berdasarkan narasi-narasi diatas maka dapat dibuat garis waktu kisah Atlantis seperti dibawah ini.
  1. Suatu waktu sebelum 10,000 tahun sebelum Solon – masyarakat “Athena” didirikan
  2. Suatu waktu sebelum 9,000 tahun sebelumSolon – masyarakat “Mesir” didirikan
  3. Sesaat sebelum 9,000 tahun sebelum Solon – wilayah dari “Libya” sampai “Mesir” dan “Tirenia” ditaklukkan oleh Atlantis
  4. 9,000 tahun sebelum Solon – perang antara Atlantis dan “Athena”
  5. 8,000 tahun sebelum Solon – Mesir mencatat register suci
  6. Antara 9,000 tahun sebelum Solon dan waktu Solon – terjadi berkali-kali banjir besar dan tenggelamnya daratan
  7. Sekitar 600 SM – pendeta Mesir menceritakan kisah Atlantis kepada Solon
  8. Sekitar 360 SM – Plato menulis Timaios dan Kritias

Timeline

BAGAIMANA ATLANTIS BERKEMBANG

Asal-usul Peradaban Pasca Banjir

Penulis membuat perkiraan asal-usul peradaban pasca banjir Atlantis seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah. Apa yang mereka bawa?
Origins of Post-deluge civilizations
Perkiraan asal-usul peradaban pasca banjir Atlantis
1. Peradaban - Seperti yang ditulis oleh banyak penulis, manusia pertama kali berkembang di Sundalandia dimana ditemukan kondisi iklim yang ideal untuk tumbuh dan berkembang, dan disanalah mereka menginovasi peternakan, pertanian, perdagangan dan budaya.
2. Bahasa - Keyakinan oleh para ilmuwan etimologi dan bahasa adalah positif bahwa semua bahasa dunia dimulai dari sebuah sumber yang sama. Paleo-Sansekerta adalah salah satu teori bahwa itu adalah nenek moyang bahasa-bahasa Sansekerta, Indo-Iran, Indo-Eropa, Mesoamerika, Sino-Tibet, Austronesia dan semua bahasa lain di dunia.
3. Mitos dan ajaran - Semua dewa dari berbagai kepercayaan di seluruh dunia adalah paralel. Mitos-mitos semacam banjir besar, penciptaan dan surga terdapat di seluruh dunia. Brahma, Abram, Avram, Abraham dan Ibrahim diyakini oleh beberapa orang sebagai orang yang sama.
4. Pembangunan piramida - Terdapat ratusan piramida yang masih berdiri di seluruh dunia. Budaya yang dipisahkan oleh lautan, yang tidak pernah berhubungan satu sama lain, telah membangun struktur piramida raksasa, yang selaras arah mata angin, secara sakral terkodekan secara geometris/matematis, dan menggunakannya sebagai tempat menyimpan jenazah atau abu jenazah. Piramida Gunung Padang di Jawa Barat yang diperkirakan terbangun pada 23.000 SM atau sebelumnya telah diklaim menjadi yang paling tua.
5. Pembuatan perahu dan kapal - perahu dan kapal telah berperan dalam pengembangan peradaban, memberikan kemudahan mobilitas manusia yang lebih baik daripada berjalan diatas tanah, bermanfaat dalam perdagangan, transportasi atau peperangan, dan menjadi sarana dalam memancing. Kesamaan antara teknologi pembangunan kapal dan perahu di Austronesia dan bagian dunia lain telah teramati. Perahu layar yang paling awal kemungkinan telah dikembangkan sejak 40.000 tahun yang lalu, menurut salah satu hipotesis mengenai penduduk Melanesia dan Australia.
6. Dan sebagainya.

CIRI CIRI KHUSUS YANG DI MILIKI ATLANTIS

TANDA TANDA KHUSUS YANG DI MILIKI ATLANTIS YANG BERKAITAN ERAT DENGAN SUNDALAND

Tabel berikut menunjukkan ringkasan bukti-bukti fenotip kisah Atlantis di lokasi yang dihipotesiskan. Beberapa bukti kurang penting lainnya tidak tercantum.
No
Fenotip[1]
Rujukan oleh Plato
Kecocokan
Bagian didalam Timaeus
Bagian didalam Critias 
A
NEGARA
1
Pada suatu tempat yang jauh di “Samudera Atlantik” (pemahaman Yunani kuno)
24e
“Samudera Atlantik” dalam pemahaman Yunani kuno adalah seluruh samudera di dunia.
2
Lebih besar dari gabungan “Libya” dan “Asia” (Asia Kecil) (pemahaman Yunani kuno)
24e
108e
Luas Sundalandia adalah lebih besar daripada luas gabungan Libya dan Asia Kecil.
3
Jalan menuju pulau-pulau lain
24e
Di sebelah timur Sundalandia terdapat banyak pulau (Sulawesi, Nusatenggara, Maluku, Papua, Mindanau, Luzon).
4
Dapat mencapai benua di seberangnya yang meliputi samudera yang sebenarnya
24e
Benua Sahul (gabungan Australia dan Papua) terdapat di seberang Sundalandia.
5
Bentang daratan seluruh negeri, di wilayah pada sisi samudera, menjulang tinggi dan terjal
118a
Pegunungan dan gunung-gunung di Pulau Jawa dan Sumatera berada di sisi samudera.
6
Sebuah bukit kecil dan dataran yang rata dan luas dekat laut, dapat dicapai kapal dan perahu dari laut; saluran air pada dataran yang dialirkan menuju laut
113c, 113e, 118d
Sebuah pulau di Laut Jawa pada 11.600 tahun yang lalu
7
Di seberang tugu batas, orang Yunani menyebutnya “Tugu Herakles
24e, 25c
108e, 114b
Tugu-tugu batas yang dihiasi dengan muka Batara Kala
8
Didepan sebuah selat
24e, 25a
Selat antara Pulau Madura dan Kalimantan pada 11.600 tahun yang lalu
9
Laut yang dikelilingi oleh benua tak terbatas
25a
Laut Jawa pada 11.600 tahun yang lalu
10
Ada beberapa pulau di laut
24e
114c
Pulau-pulau di Laut Jawa pada 11.600 tahun yang lalu
11
Beriklim dua musim – “panas” (kemarau) dan “dingin” (hujan)
112d, 118e
Sundalandia terdapat pada daerah iklim tropis yang memiliki 2 musim.
12
Mata air panas dan dingin
113e, 117a
Sundalandia terdapat pada daerah vulkanik paling aktif di dunia, banyak terdapat mata air panas (dan dingin).
13
Berlimpah air berkat curah hujan yang tinggi
111c
Sundalandia dikelilingi oleh lautan, menerima sinar matahari yang lebih dan banyak pegunungan sehingga curah hujannya tinggi.
14
Iklim dengan suhu udara yang amat nyaman
111e, 112d
Sundalandia berada di daerah tropis, pada 11.600 tahun lalu memiliki suhu udara hanya 2 – 3° C lebih dingin dari sekarang sedangkan di daerah non tropis jauh lebih dingin.
15
Tanahnya subur, terbaik untuk pertanian dan peternakan
111e, 113c
Sundalandia terkenal dengan kesuburan tanahnya akibat banyaknya gunung berapi dan curah hujan yang tinggi, menjadikan pertumbuhan penduduk yang tinggi.
16
Keragaman flora dan fauna yang sangat luas
114e, 115a, 115b
Sundalandia memiliki keragaman dan endemisitas flora dan fauna yang sangat tinggi.
17
Gajah, kuda, “banteng” dan lumba-lumba
114e, 116e, 117c 117e, 119b, 119d 120a
Gajah, kuda, banteng/kerbau dan lumba-lumba terdapat di Sundalandia.
18
Berlimpah makanan untuk mempertahankan peradaban dan menciptakan angkatan perang (sekitar 20 juta orang)
111e, 118e, 119a
Tanah subur, air melimpah dan sinar matahari tinggi di Sundalandia menjadikan berlimpah makanan, berlebih untuk dikonsumsi oleh 20 juta orang, tidak mungkin ada di bagian dunia yang lain.
19
Peradaban yang maju pada zamannya
24e, 25a
Jumlah penduduk yang tinggi dan ketersedian bahan yang berlimpah akan menciptakan teknologi, seperti pembuatan kapal, benteng, peralatan tempur dan bangunan monumental.
20
Gempabumi dan “banjir” dari laut (tsunami)
25c, 25d
108e, 111a, 112a
Sundalandia merupakan daerah dengan frekuensi dan intensiatas gempabumi dan tsunami yang tertinggi di dunia.
21
Terbenam tak henti-hentinya (kenaikan muka air laut pasca-glasial)
111b, 111c
Sundalandia pada 11.600 tahun yang lalu (periode pasca-glasial) mengalami kenaikan permukaan laut yang cepat, pada akhir Dryas Muda.
22
Laut di lokasi ibukota Atlantis “sekarang” (waktu Solon) tidak dapat dilewati dan ditembus karena adanya  “karang tanah liat” (terumbu karang), yang disebabkan oleh “penurunan” pulau (kenaikan muka air laut)
25d
Tenggelamnya bangunan-bangunan terbuat dari batu menyebabkan tumbuhnya terumbu karang, banyak terdapat di Laut Jawa.
23
“Kota Atlantis” sekarang berada dibawah laut
25d
Permukaan Laut Jawa dalam waktu 11.600 tahun terakhir telah naik setinggi kurang lebih 60 meter.
B
HASIL BUMI (“BUAH”)

24
Dua kali panen setiap tahun, di “musim dingin” (musim hujan) diairi oleh hujan dan di “musim panas” (musim kemarau) oleh irigasi dari kanal
118e
Praktek pertanian padi yang asli di Asia Tenggara adalah tadah hujan pada musim hujan dan irigasi sederhana dari sungai pada musim kemarau, yang menghasilkan 2 kali panen dalam setahun.
25
Akar-akaran, daun-daunan, kayu-kayuan dan esens disuling dari “buah” dan bunga
115a
Asia Tenggara terkenal di dunia dengan rempah-rempahnya, termasuk minyak rempah-rempah. Juga terkenal dengan bumbu dan jamu dari rempah-rempah.
26
“Buah” yang dibudidayakan, dikeringkan, untuk makanan dan lainnya, yang digunakan sebagai makanan pokok – berbentuk butir
115a
Beras
27
“Buah” yang memiliki kulit keras, airnya dapat diminum, ada dagingnya dan dapat digunakan sebagai minyak urapan 
115b
Kelapa
28
Sejenis kacang-kacangan, yang memberikan kesenangan dan hiburan
115b
Kopi
29
“Buah” yang dibusukkan dengan dipelihara, yang kita gunakan sebagai cuci mulut setelah makan malam
115b
Tape atau tapai
30
Menakjubkan dan dalam kelimpahan tak terbatas
115b
Hasil bumi yang berlimpah di Sundalandia
C
DATARAN LUAS DEKAT IBUKOTA
31
Di dekat dan di sekitar kota terdapat dataran sangat luas
118a
Dataran luas di Kalimantan bagian selatan pada 11.600 tahun yang lalu
32
Dikelilingi oleh pegunungan yang menurun menuju laut
118a
Bagian utara dan timur dataran dikelilingi oleh Pegunungan Muller-Schwaner dan Pegunungan Meratus.
33
Halus dan rata
118a
Datarannya adalah hampir datar dan rata, tanpa adanya gundukan yang berarti. Saat ini, pasang surut laut dapat mencapai sejauh 160 km masuk ke sungai-sungainya.
34
Bentuk umumnya adalah persegi panjang dan lonjong
118a, 118c
Dataran tersebut berbentuk persegi panjang dan lonjong.
35
Membentang dalam arah memanjang 3.000 stadium (± 555 km), melintang 2.000 stadium (± 370 km)
118a
Ukurannya adalah sama persis, yaitu ± 555 km memanjang dan ± 370 km melintang.
36
Mengarah ke selatan, terlindung dari utara
118b
Mengarah ke selatan ke laut Jawa dan terlindung oleh pegunungan di utaranya.
37
Dikelilingi oleh sederetan pegunungan besar dan kecil yang indah; terdapat desa-desa dan rakyat yang makmur
118b
Pegunungan Muller-Schwaner dan Meratus terdiri dari bukit-bukit besar dan kecil. Didalam dataran terdapat desa-desa yang makmur tersedia oleh alam.
38
Sungai, rawa dan sabana  – persediaan makanan yang berlimpah untuk semua hewan, liar atau jinak
118b
Pada dataran terdapat sungai-sungai, rawa-rawa dan sabana-sabana, serta fauna yang sangat beragam.
39
Berbagai macam kayu – berlimpah untuk bermacam-macam karya
118b
Pulau Kalimantan sebagian besar terdiri dari hutan, dengan kayu berkualitas yang beragam.
D
SALURAN AIR DALAM DATARAN
Saluran keliling
40
Luar biasa besarnya, tak diduga bahwa itu buatan
118c
Sungai-sungai di Kalimantan bagian selatan (Barito, Kapuas, Murung, Kahayan dan Sebangau) ukurannya cukup besar.
41
Dalamnya 100 kaki (± 30 m), lebarnya 1 stadium (± 185 m), panjangnya 10.000 stadium (± 1.850 km)
118c
Kapasitas (dilihat dari luas penampang) sungai-sungai tersebut adalah rata-rata 5.600 m2, sesuai dengan gambaran Plato yaitu 5.500 m2. Keliling dataran pada 11.600 tahun yang lalu adalah sama persis, yaitu ± 1.850 km.
42
Mendapatkan aliran dari pegunungan
118d
Bersumber dari Pegunungan Muller-Schwaner dan Meratus
Saluran pedalaman dan terusan
43
Lurus, lebarnya sekitar 100 kaki (30 m), intervalnya sekitar 100 stadia (18,5 km) dan bermuara kedalam saluran keliling
118d
Sungai-sungai di Kalimantan bagian selatan secara umum adalah lurus dan sejajar mengalir kearah selatan. Intervalnya adalah sekitar 20 km, mendekati gambaran Plato yaitu sekitar 18.5 km.
44
Terusan digali dari saluran pedalaman yang satu ke yang lain
118e
Terusan-terusan yang menghubungkan antar sungai-sungai besar terdapat pada dataran, dikenal dengan istilah “anjir” atau “antasan”.
45
Digunakan untuk mengangkut kayu dan hasil bumi menggunakan kapal
118e
Sampai saat ini masih digunakan sebagai sarana transportasi.
Saluran irigasi
46
Menyadap dari saluran yang lain
118e
Sistem irigasi di Kalimantan bagian selatan, dikenal dengan sistem “anjir”, menyadap dari sungai atau anjir untuk mengairi sawah.
47
Mengairi lahan di “musim panas” (musim kemarau) sementara di “musim dingin” (musim hujan) mendapatkan air dari hujan, menghasilkan dua kali panen dalam setahun
118e
Pertanian sistem anjir adalah gabungan sawah tadah hujan dan irigasi, menghasilkan 2 kali panen dalam setahun.
E
MINERAL DAN BATUAN
48
“Kuningan”/”perunggu” (tembaga, timah dan seng)
116b, 116c
Mineral pembentuk kuningan dan perunggu (tembaga, timah dan seng) berlimpah di Sundalandia.
49
Timah
116b, 116c
Timah berlimpah di Sundalandia
50
“Orichalcum”, mineral lebih berharga dari apa pun kecuali emas, gemerlap, berwarna merah, sumberdayanya melimpah
114e, 116c, 116d
Zirkon berlimpah di Kalimantan bagian selatan dan barat, dapat dibuat menjadi batu permata yang bernilai tinggi, kedua setelah emas, gemerlap. Zirkon merah disebut hyacinth.
51
Emas
114e, 116c, 116d, 116e
Emas sangat berlimpah di Kalimantan bagian selatan dan di Sundalandia pada umumnya.
52
Perak
116d, 116e
Perak berlimpah di Sundalandia.
53
Batu-batunya berwarna hitam, putih dan merah
116a, 116b
Batuan di Pulau Bawean (prototip Pulau Atlantis) adalah berwarna hitam/abu-abu (basa), putih (asam) dan merah (oksida besi).
54
Batuannya dapat dilubangi untuk dermaga ganda
116a, 116b
Pulau Bawean terdiri dari batuan beku yang keras dan kuat.
F
MITOS DAN ADAT-ISTIADAT
55
“Poseidon” (dewa laut atau air, penata hukum)
113c 113e, 116c, 116d, 117b, 119c, 119d
Dewa Baruna (dewa laut atau air, penata hukum)
56
Herakles” (anak dewa tertinggi Zeus, kelahirannya tidak senonoh, memiliki selera yang tak terpuaskan, sangat kasar, brutal dan keras)
24e, 25c
108e, 114b
Batara Kala (anak dewa tertinggi Batara Guru, kelahirannya tidak senonoh, memiliki selera yang tak terpuaskan, sangat kasar, brutal dan keras)
57
Korban “banteng” (kerbau)
119d 120c
Upacara adat korban kerbau banyak terdapat di Asia Tenggara dan Tengah, antara lain dalam masyarakat Dayak, Toraja, Sumba dan Batak.
58
Candi atau piramida (punden berundak)
116c, 116d, 116e, 117c, 119c
Punden berundak adalah budaya asli Sundalandia dan Austronesia pada umumnya.
59
Aktifitas maritim
114d, 115c 116a, 117d, 117e, 119b
Sundalandia dan Austronesia pada umumnya terkenal dengan budaya maritimnya.
60
Transportasi air
118e
Budaya perahu dan kapal adalah budaya khas Nusantara.



[1] Frase-frase atau nama-nama dalam tanda kutip, sedapat mungkin diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia, seperti yang ditulis oleh Plato, baik terjemahan dari rujukan asli dalam Bahasa Yunani atau istilah yang tidak ditemukan dalam bahasa Yunani. Frase-frase dalam kurung adalah interpretasi oleh penulis.

Berdasarkan naskah asli Evidence in Hypothesized Location